PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI

PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI

0 29

Sosialisasi Pencegahan pernikahan dini di kecamatan Tumpang  menghadirkan 30 tokoh agama dan tokoh masyarakat, acara yang dibuka oleh Camat Tumpang ( Sugeng Prayitno, S.Sos ) dan ditutup Kepala UPT Pil KB ( Sumali, SE.MM ) bertujuan untuk menekan pertumbuhan penduduk dan tingginya angka perceraian.

Dalam sambuatanya Camat tumpang menyampaikan beberapahal :capan salam dan terimakasih kepada tokoh agama dan masyarakat se wilayah kecamatan Tumpang yg hadir pada acara sosialisasi Pencegahan Pernikahan dini.
Yang mendorong terjadinya pernikahan dini adalah situasi dimana hubungan antara anak di usia yg masih muda sehingga orang tuwa mendorong untuk melakukan pernikahan dengan alasan keluarga agar terhindar dari malu. Dan sebagian besar karena tidak paham atau kurang informasi sisi negative dari pernikahan dini,
Pernikahan dini punya korelasi dengan munculnya keluarga miskin yang  baru, untuk mencegah hal tersebut kami dari pemerintah kecamatan mohon bantuan dari tokoh agama tokoh masyarakat untuk membantu pemikiran dan tindakan pencegahan baik men-sosialisasikan melalui perkumpulan tahlilan atau majelis-majelis yang ada di Desa atau secara pribadi terhadap warga , mengingat Tumpang berdasarkan data di Kabupaten kasus pernikahan dini masih cukup tinggi. Warga sering minta tolong moden atau perangkat untuk meloloskan anaknya yang menghadapi masalah pernikahan dini, ini mohon dijelaskan jangan malah dibantu. Karena pernikahan juga menyebabkan tingginya angka perceraian.
Mudah mudahan sosialisasi pencegahan pernikahan dini ini membawa manfaat bagi warga Tumpang . Dengan ini sosialisasi pencegahan pernikahan dini saya buka.

Sambutan Kepala KUA Tumpang ( Drs. Lasimen, M.Ag)
Ucapan salam dan perkenalan diri kepada peserta sosiali sasi . Dasar pernikaha adalah UU no 1 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 7, intinya orang yang diperbolehkan menikah adalah minimal umur 18 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Sehingga saat ini terjadi kontradiksi dengan aturan.
Dewasa dibagi menjadi 2 , dewasa karena umur atau dewasa secara pemikiranya, terkadang ada anak remaja yang masih berumur 16 tapi pemikiranya sudah dewasa dan juga sebaliknya.
Sebelum undang undang tersebut diatas belum direvisi maka kita akan tetap menjalankan aturan tersebut, makanya bapak ibu dikumpulkan disini tujuanya agar kita dapat membantu mengendalikan pernikahan dini dengan menyampaikan kepada warga pengaruh atau akibat buruk dari pernikahan dini.
Kalau jaman dulu bisa kita memanipulasi data dengan membuat keterangan , dan KUA tutup mata karena minimnya informasi , sekarang tidak bisa karena kita sudah menggunakan EKTP, banyak kasus pengajuan pernikahan dini yg diajukan ke pengadilan rata rata 100 % lolos karena dengan pertimbangan siapa yg akan bertanggung jawab karena yg mengajukan rata rata sudah isi atau hamil duluan.

 

SIMILAR ARTICLES

0 26

0 25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>