Monthly Archives: Maret 2018

0 121

 

 

candi-kidal-ikut-berkontribusi-terhadap-bangsa-indonesia_20180311-021645WhatsApp Image 2018-03-10 at 20.52.40WhatsApp Image 2018-03-10 at 20.52.41TUMPANG – Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna, Sabtu (10/3) pagi mengajak masyarakat Tumpang khususnya yang berada di wilayah Candi Kidal untuk mengikuti sarasehan menuju desa berdaya dengan tema “Peran Masyarakat Termaginal dalam Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan dengan Program BUMDes.

Tampak hadir sebagai tamu istimewa yang mengisi acara tersebut, Prof. Dr. Haryono Suryono sebagai Ketua Dewan Penasehat dari Kementerian Desa. Turut serta pula Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, LPPM Universitas Brawijaya Malang, Kelompok UMKM se-Kabupaten Malang, Poktan dan Karang Taruna se-Kecamatan Tumpang, serta Muspika setempat.

Bupati mengaku bersyukur atas kehadiran Prof. Dr. Haryono dalam kesempatan tersebut. “Terima kasih saya sampaikan kepada profesor karena perhatiannya ke Kabupaten Malang yang tentunya kedepannya kami masih sangat membutuhkan bimbingan serta binaan khususnya dalam pembangunan desa, insyaallah Kabupaten Malang akan menikmati kemajuan melalui pembangunan masyarakat desa,” ungkap Bupati.

Menurutnya, Candi Kidal ikut berkontribusi terhadap bangsa dengan sejarahnya yang mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terpecah belah seperti adanya lambang dasar negara Pancasila yang diambil dari Candi Kidal yakni Garuda. Artinya dengan semangat Garuda, Bupati akan memberikan support bagi seluruh kepala desa yang berupaya memajukan desanya.

“Hal ini merupakan salah satu program dirjen pembangunan kawasan pedesaan dimana membangun desa tidak lagi hanya kepada satu kelompok melainkan minimal ada dua hingga tiga desa yang akan bersama-sama bersinergi membangun desa, sepanjang kedua desa tersebut berdekatan dan mempunyai potensi yang sama,” jelasnya.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat di lingkungan Candi Kidal untuk tidak menghilangkan potensi yang ada tetapi bagaimana agar bisa terkemas dengan baik, apabila bisa mengolah potensi tersebut ia berharap tidak hanya bertahan hanya sehari dua hari.

“Saya berharap khususnya kepada para pemuda untuk terus kreatif dan berkreasi sehingga apa yang menjadi potensi disini bisa dikembangkan. Misal seperti di Pujon Kidul, Pemkab. Malang tidak memberikan dana sepersen pun, tetapi pemudanya telah difasilitasi oleh kades yang memang inovatif jadi selalu ada ide untuk membangun tempat berkumpul (rekreasi) di tengah sawah sambil menikmati sunset. Apalagi sekarang dalam jangka waktu dua tahun, perkembangannya fantastis bisa menghasilkan omzet mencapai 10 M. Itu sudah bisa memberikan sumbangsih keuangan kepada desanya, entah itu untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan perempuan, atau untuk program lainnya,” harap Bupati.

Sementara itu, Ahmad Taufik selaku Kepala Desa setempat juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Prof. Dr. Haryono beserta Bupati Malang yang menyempatkan untuk hadir dalam kegiatan sarasehan. Ia menjelaskan bahwa 14 tahun yang lalu, desanya merupakan desa tertinggal yang mempunyai radius 10-15 km untuk menuju ke kota. Juga dijelaskan pula mengenai SDM di desa tersebut mayoritas lulusan SMP.

“Namun, kami mempunyai tenaga kerja yang mempunyai semangat tinggi untuk bekerja seperti halnya mengolah potensi yang ada di desa. Sumber pertanian kami melimpah seperti buah-buahan nangka, jeruk dan durian tetapi memasuki masa panen harga menjadi sangat murah. Misalkan nangka dengan harga 15 ribu/kg yang seharinya bisa panen sampai enam truck kurang lebih mencapai 25 ton, hal itu juga terjadi ketika harga jual telur horn rendah,” keluh Taufik.

Melihat potensi tersebut, Taufik berharap pemberdayaan dari pemerintah untuk ikut membimbing bagaimana buah-buahan tersebut bisa diolah menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Malang, seperti dibangunnya home industri guna menaikkan derajat perekonomian masyarakat sekitar. “Termasuk ibu-ibu PKK disini sekitar 100 orang mempunyai keahlian sebagai ahli bordir tetapi pada kenyataannya tidak bisa menjual produknya dikarenakan masalah pemasarannya,” lapornya.

Tidak hanya itu, masih banyak yang ia lontarkan dalam kesempatan emas itu seperti belum dapatnya pengembangan Candi Kidal sebagai aset bersejarah yang seharusnya bisa jadi sektor pariwisata. Dari situ, ia menyimpulkan bahwa dengan adanya semangat atau tekat warga bersama-sama pemerintah agar bisa berdaya saing demi kesejahteraan masyarakatnya menuju desa yang mandiri.
*Sumber Humas Pemkab Malang

0 158

IMG-20180303-WA0007
Tumpang – telah dilaksanakan penanaman pohon sebanyak 4000 bibit di Desa Duwet Krajan tepatnya di sekitar daerah wisata Sumber Pitu, Sabtu (3/3) pagi. Kegiatan ini diadakan oleh Dandim 0818 Malang-Batu dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Tampak hadir Bupati Malang Rendra Kresna, beliau menyampaikan dalam pidatonya bahwa perkembangan hutan sekarang banyak yang rusak sehingga menyebabkan banjir dan kekeringan. Hal ini sebagai petanda rusaknya ekosistem sehingga perlu dilakukan rehabilitasi. Pak Rendra, sapaan akrab Bupati menegaskan, kondisi ini berbahaya, harus dihentikan. Ia mengajak, agar mari bersama-sama hijaukan Indonesia untuk generasi penerus bangsa.