Monthly Archives: September 2014

0 220

Camat Tumpang Bagus Sulistyawan, AP, M.Si Kamis(09/04) menggelar acara syukuran menempati rumah dinas. Diawali dengan acara kerohanian syukuran ini berlangsung hikmat dan meriah.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa beserta Sekdes dari 15 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Tumpang dan juga Staf Kantor Camat Tumpang.

0 334

DSC_0729
Tumpang – Jelang keberangkatan untuk menunaikan Rukun Islam Kelima, 17 September 2014 mendatang, Haji Abdul Bari menggelar Tasyakuran, Jum’at (12/09) malam.
Tasyakuran tersebut dilaksanakan di Rumah H. Abdul Bari, dengan dihadiri oleh Bapak Bupati Malang H. Rendra Kresna, Gus Zain Baik, Serta Muspika Kecamatan Tumpang.

DSC_0755

Menurut H. Abdul Bari, tasyakuran tersebut sekaligus sebagai waktu yang tepat untuk berpamitan, sekaligus meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dibuat, baik disengaja maupun tak disengaja.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar, saya menghaturkan beribu-ribu minta maaf, karena sebentar lagi saya akan meninggalkan Kecamatan Tumpang untuk melaksanakan ibadah haji,” kata H. Abdul Bari.

DSC_0764

0 422

DSC_0002

TUMPANG – Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko merasa bangga bisa hadir dan meresmikan Ponpes dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jatim pimpinan KH Zain Baik, Jumat (5/9). Dalam peresmian tersebut hadir beberapa Asisten Panglima TNI, Pangdam V/Brawijaya dan ulama se-Malang Raya (Kota/Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota/Kabupaten Pasuruan) serta sekitar seribu lebih santri dan santriwati Ponpes dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy.

Selain peresmian Ponpes Az-Zainy juga dilaksanakan deklarasi “Pernyataan Sikap dan Penolakan Gerakan ISIS” yang direstui oleh Ulama Se-Malang Raya dimana Ulama Se-Malang Raya dan seluruh lapisan masyarakat Malang Raya bersedia dan rela berada dibarisan terdepan untuk mengamankan dan melindungi NKRI dari seluruh ancaman gerakan yang meresahkan dan menyesatkan. Para Ulama ini menganggap bahwa paham ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila dan Kebhinekaan yang bernaung dalam NKRI sehingga mereka berkeyakinan dan bertekad sepenuh hati dengan tegas menolak sekaligus melarang aliran ISIS tersebut untuk memasuki dan menyebar di wilayah Malang Raya.
DSC_0638
Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko dalam sambutannya menegaskan, prajurit TNI (Babinsa) tidak akan ada maknanya jika tidak mendapat dukungan rakyatnya. Karena itu, terkait ISIS Moeldoko juga minta peran serta aktif masyarakat mengawasi tentang kemungkinan munculnya paham ISIS di tengah-tengah masyarakat. Jenderal bintang empat ini juga mengapresiasi kedewasaan masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi. “Terkait Pilpres tidak ada satu pun peluru yang diletuskan,” tegasnya.

Menurutnya dari data WHO, Panglima TNI merinci jumlah ganguan jiwa di tiap negara capai 30 persen dari total penduduk. Gangguan jiwa berat mencapai tiga persen dari total 30 persen tersebut. “Di Indonesia ada tujuh jutaan yang mengidap penyakit jiwa. Data Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, di Indonesia ada satu juta yang mengalami gangguan jiwa berat,” paparnya. Jenderal Moeldoko mengakui banyak pengidap gangguan jiwa di tengah masyarakat. Namun sekarang banyak “orang gila” yang lebih membahayakan dari orang gila sebenarnya. “Orang gila” ini bukan membangun nasionalisme untuk bangsanya (Indonesia), namun membangun patriotisme untuk negara lain. Pulang dari negara lain justru memusuhi bangsanya sendiri. “Sekarang di Indonesia banyak orang gila baru. Dia rela mengorbankan dirinya, meledakkan dirinya. Tertawa sehabis meledakkan,” papar Jenderal Moeldoko.

Diakhir sambutannya Jenderal Moeldoko berpesan kepada semua peserta yang hadir untuk kembali dan menjalankan ajaran agama masing-masing. “ISIS harus kita lawan dengan SUMUK. Apa itu? “Solidaritas Umat Muslim untuk Kebhinekaan dan Keberagaman,” terang Moeldoko yang disambut tepuk tangan santri yang hadir. (Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Totok Sugiharto)

 

DSC_0648

Sumber : http://www.tniad.mil.id