Authors Posts by operator

operator

177 POSTS 0 COMMENTS

0 12

Sosialisasi Pencegahan pernikahan dini di kecamatan Tumpang  menghadirkan 30 tokoh agama dan tokoh masyarakat, acara yang dibuka oleh Camat Tumpang ( Sugeng Prayitno, S.Sos ) dan ditutup Kepala UPT Pil KB ( Sumali, SE.MM ) bertujuan untuk menekan pertumbuhan penduduk dan tingginya angka perceraian.

Dalam sambuatanya Camat tumpang menyampaikan beberapahal :capan salam dan terimakasih kepada tokoh agama dan masyarakat se wilayah kecamatan Tumpang yg hadir pada acara sosialisasi Pencegahan Pernikahan dini.
Yang mendorong terjadinya pernikahan dini adalah situasi dimana hubungan antara anak di usia yg masih muda sehingga orang tuwa mendorong untuk melakukan pernikahan dengan alasan keluarga agar terhindar dari malu. Dan sebagian besar karena tidak paham atau kurang informasi sisi negative dari pernikahan dini,
Pernikahan dini punya korelasi dengan munculnya keluarga miskin yang  baru, untuk mencegah hal tersebut kami dari pemerintah kecamatan mohon bantuan dari tokoh agama tokoh masyarakat untuk membantu pemikiran dan tindakan pencegahan baik men-sosialisasikan melalui perkumpulan tahlilan atau majelis-majelis yang ada di Desa atau secara pribadi terhadap warga , mengingat Tumpang berdasarkan data di Kabupaten kasus pernikahan dini masih cukup tinggi. Warga sering minta tolong moden atau perangkat untuk meloloskan anaknya yang menghadapi masalah pernikahan dini, ini mohon dijelaskan jangan malah dibantu. Karena pernikahan juga menyebabkan tingginya angka perceraian.
Mudah mudahan sosialisasi pencegahan pernikahan dini ini membawa manfaat bagi warga Tumpang . Dengan ini sosialisasi pencegahan pernikahan dini saya buka.

Sambutan Kepala KUA Tumpang ( Drs. Lasimen, M.Ag)
Ucapan salam dan perkenalan diri kepada peserta sosiali sasi . Dasar pernikaha adalah UU no 1 tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 7, intinya orang yang diperbolehkan menikah adalah minimal umur 18 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Sehingga saat ini terjadi kontradiksi dengan aturan.
Dewasa dibagi menjadi 2 , dewasa karena umur atau dewasa secara pemikiranya, terkadang ada anak remaja yang masih berumur 16 tapi pemikiranya sudah dewasa dan juga sebaliknya.
Sebelum undang undang tersebut diatas belum direvisi maka kita akan tetap menjalankan aturan tersebut, makanya bapak ibu dikumpulkan disini tujuanya agar kita dapat membantu mengendalikan pernikahan dini dengan menyampaikan kepada warga pengaruh atau akibat buruk dari pernikahan dini.
Kalau jaman dulu bisa kita memanipulasi data dengan membuat keterangan , dan KUA tutup mata karena minimnya informasi , sekarang tidak bisa karena kita sudah menggunakan EKTP, banyak kasus pengajuan pernikahan dini yg diajukan ke pengadilan rata rata 100 % lolos karena dengan pertimbangan siapa yg akan bertanggung jawab karena yg mengajukan rata rata sudah isi atau hamil duluan.

 

0 12

1 September 2018, dalam rangka memperingati HARGANAS ( Hari Keluarga Nasional ), yang digelar di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang tepatnya di Stadion Pandesari. Hari jadi Keluarga Nasional yang ke – XXV tersebut Kecamatan Tumpang tidak hanya mengikuti atau sekedar tampil untuk membatalkan kuwajiban tapi dalam kesempatan tersebut menampilkan produk unggulan dari Desa-Desa yang berada di wilayahnya diantaranya Apel Dari Desa Duwet Krajan, Madu dari Desa Tulus Besar dan produk lain seperti kripik buah.

Ada yang cukup aneh sebenarnya dalam expo dalam rangka HARGANAS tersebut apel Manalagi dari Kecamatan Tumpang Desa Duwet Krajan habis terjual, mengingat Kecamatan Pujon juga sentra penghasil buah yang sama, begitu juga Madu lebah hasil Dari Desa Tulus Besar juga sangat di gemari.

” Kita akan selalu menampilkan produk Unggulan Kecamatan Tumpang dalam setiap event”. Ujar Camat Tumpang ( Sugeng Prayitno, S.Sos ), agar produk Kecamatan Tumpang cepat mendapatkan tempat di hati konsumen ( Brand awarnes )

*Suk#

 

0 16

Kegiatan tahunan yang dikuti semua Kecamatan se- Kabupaten malang dan UPT beberapa Badan Usaha milik Negara ( BUMN ) tersebut di gelar sangat mewah, setiap stan menonjolkan produk masing-masing dan juga menampilkan ciri khas tiap daerah ( Kecamatan ) dengan hiasan ada yang berkesan etnik serta ada juga yang menonjolkan tegnologi ( Kecanggihan ).

Tumpang sebagai kecamatan yang secara geografis daerah pegunungan menampilkan banyak produk unggulan dari pertanian dan kerajianan diantaranya :

  1. Apel Manalagi serta bibit Apel dan Kentang Granola dari Desa Duwet Krajan
  2. Batik dari desa Kidal
  3. Kripik Buah dari Desa Kambingan
  4. Madu dari Desa Tulus Besar, Topeng
  5. Desa Duwet menampilkan kerajinan tangan dari bambu berupa alat Dapur
  6. Desa Tumpang dengan Hasil kerajinan Pandai Besi berupa alat pertanian
  7. Beras dari Desa Pulungdowo
  8. Sayur, Bayam, Sawi, Kangkung  dari Desa Pandanajeng.

Stan yang dihias sederhana dan berkesan khas pedesaan tersebut ramai dikunjungi oleh pengunjung, menurut penjaga stan pengunjung yang hadir sekitar 1.200 orang dari awal acara hingga penutupan Minggu, 26 Agustus 2018. sedangkan omset penjualan selama digelar pameran Rp. 22.340.000,-. Produk yang paling laku keras ada Tiga jenis, Apel Manalagi dari Desa Duwet Krajan, Madu dari Desa Tulusbesar dan Serta beras Dari Pulung Dowo dari tiga jenis tersebtu panitia menambah stok sampai Tiga Kali itupun sebelum penutupan Minggu sore sudah habis tapi kami tidak ambilagi, ujar salah satu staf Kecamatan Tumpang yang menjaga stan.

Kecamatan selain membawa produk unggulan juga menyampaikan secara langsung pada pengunjung mengenai wisata Desa-Desa dikecamatan Tumpang dengan menggunakan Microphone. yang paling diminati pengunjung stan Kecamatan Tumpang selain beli barang tapi dapat hadiah berupa sayur gratis…. (#suk*)

 

0 20

Desa Pulungdowo Selasa tanggal 21 , Agustus 2018.

Kunjungan Kerja AKN IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia ( BPK- RI ) Prof. Dr H. Rizal Djalil dan Direktur Jendral Kementrian PertanianKomisi serta komisi IX DPR -RI,  ( Ir. Andreas Eddy Susetyo ). dalam rangka monitoring Pelaksanaan Pembangunan Pertanian dan Bantuan alat sistem pertanian ( Alsinta ) bertempat di Saung Tani Desa pulungdowo Kecamatan Tumpang, menyerahkan bantuan berupa alat pertanian :

  1. Dua Traktor roda dua , diserahkan pada Gapoktan Karya Tani 01 Desa Pulung Dowo
  2. Dua Cultivator diberrikan pada Gapoktan Gemah Ripah Desa Ngantru Kecamatan Ngantang
  3. Dua Handsprayer diberikan kepada Gapoktan Tani maju Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan
  4. Satu Power Threser Multiguna diberukan kepada Gapoktan Tani Jaya Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi.

Kunjungan kerja tersebut di dampingi oleh Bupati Malang, Dr.H. Rendra Kresna dan juga Camat Tumpang ( Sugeng Prayitno, S. Sos. ), beserta Staf.

Dalam pidatonya  Bupati Malang menyampaikan bahwa daya beli petani memang masih lemah artinya perlu adanya campur tangan Pemerintah berupa bantuan baik segi alat maupun fasilitas lainya seperti saluran irigasi, tidak mungkin petani mampu membangun saluran irigasi sendiri karena hasil panen harus dibelanjakan lagi untuk pupuk dan obat serta bibit.

Prof, DR.H. Rizal Djalil ( AKN BPK-RI )  dalam sambutanya juga menyampaikan bahwa kabupaten malang ini punya prosfek yang sangat baik dari pertumbuhan ekonominya karena saya dari bandara tadi sudah macet ini merupakan ciri bahwa perekonomian suatu Daerah tumbuh maju.  Sedangkan sambutan dari Komisi IX DPR -RI,  ( Ir. Andreas Eddy Susetyo ). menyampaikan bahwa Malang merupakan Dapil saya jadi outomatis saya tidak akan menghianati pendukung saya, untuk itu apa yang di sampaikan Bpk. Bupati tadi akan saya bawa ke pusat.

Kunjungan yang melihat langsung ketempat dimana petani bekerja ( Sawah )selain menyenangkan juga Pimpinan atau para stekholder akan merasakan dan dapat menyimpulkan apa yang harus diberikan kepada para petani atau fasilitas apa yang mestinya dibangun. Para petani tang hadir dalam acara tersebut nampak gembira selain dapat bantuan alat pertanian juga dihibur musik Elektoon. Selesai dari acara di Saung para PejabatPusat tersebut disuguhi Soto Pulung Dowo yang sangat terkenal di Malang…

0 57

Tepat Jam 9.45 Wib IRUP ( Sugeng Prayitno, S.Sos Memasuki lapangan upacara dengan di dampingi Kapolsek Tumpang, ( AKP. Yusuf Suryadi ), Dan Ramil Tumpang, Kap. Kav , Darto.s ) serta ajudan ( Sukiono, SE.

Upacara peringatan HUT Ri yang ke 73 diikuti semua unsur dari UPT Kecamatan Tumpang, Anggota Polsek Tumpang, Anggota Koramil, serta siswa siswi SD sampai SLTA se Kecamatan tumpang dan Guru serta 15 Kepala Desa. Bertindak sebagai perwira upacara, Pelda HN. Kasim, dan Komandan upacara, Pelda, Suyono, sedangkan sebagai pembaca Doa Kepala KAU Tumpang.

Upacara berjalan dengan hikmat dan semua berjalan lancar, baik peserta maupun undangan mengikuti jalanya upacara dengan serius dan berkesan sakral. Hanya pada saat terakir ada salah satu siswa dari SMA yang jatuh pinsan karena tidak tahan panas sehingga setelah selesai beramah tamah mengucapkan selamat Bpk. Kapolsek Tumpang mengangkat si siswa untuk di bawa ke Puskesmas Tumpang.

Doa yang dibacakan oleh Kepala KUA tumpang sangat menyentuh semua peserta upacara yang intinya berterima kasih kepada Tuhan yang maha Esa karena hari ini kami berdiri disini karena Pahlawan-Pahlawan yaitu sebagai tangan Tuhan yang dapat membebaskan masyarakat dan Bangsa Indonesia dari cengkeraman penjajah.

 

0 28

Dalam peringatan Hari Kemerdekaan yang ke-73 Kecamatan Tumpang serentak mengadakan tahlil baik di Desa maupun di Kantor Kecamatan sendiri. Cara dan model dari 15 Desa melakukan tasyakuran dan tahlil bermacam-macam, ada yang menggelar tahli di jalan, di Masjid, di Mushola bahkan ada yang menhiasi jalan dengan damar sewu ( Lampu Seribu ). Meskipun kelihatan meriyah tapi tidak mengurangi ke-hikmatan dalam mensyukuri kemerdekan serta mengenang jasa para pahlawan serta mendoakan para suhada dan pimpinan Kabupaten malang serta Pemimpin Negara yang intinya agar Negara aman sejahtera.

Untuk Kecamatan sendiri melakukan Doa tahlil di Pendopo Kecamatan dan halaman.  Diantaranya yang hadir pada acara tersebut, Camat Tumpang sendiri ( Sugeng Prayitno, S.Sos ), Dan Ramil Tumpang Kap. Kav. Darto,S, Kapolsek Tumpang, AKP. Yusuf Suryadi, Staf Kecamatan, Kepala Desa se- Kecamatan Tumpang , undangan yang hadir juga dari tokoh agama, tokoh masyarakat serta mantan Kepala Desa, Mantan Camat Tumpang dan para Veteran perang kemerdekaan Republik Indonesia 8 orang. Undangan selainmengikuti acara tasyakuran dan tahlil juga di undang untuk renungan suci yang bertempat di Makam Pahlawan Kebonsari Tumpang.

Upacara renungan suci yang bertempat di makam pahlawan bertidak sebagai IRUP,  Dan Ramil Tumpang, Kap. Kav , Darto, S. sedangkan sebagai pemimpin upacara, Peltu, HN Kasim. dan dilanjutakan dengan menyalakan obor dan lilin oleh siswa SLTA. Diponegoro Tumpang dan SMA N 1 Tumpang.

0 29

Malang Wisata  Wisata Explore berkumjung ke Wisata Sumber 7, Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang.  Rombongan yang berjumlah sekitar 30 Orang itu bertujuan mengenalkan tujuan wisata yang berada di kawasan malang raya, pertama pada anggota dan masyarkat . Dalam kesemapatanpada acara tersebut anggota Malang Wisata Explore menyampaikan ” Tujuan kami mengenalkankan dan mem-promosikan tempat tempat wisata yang berada di kawasan malang dengan cara ber-swadaya “. ujar Sapto, ketua rombonga.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan pin dan pembagian stiker . Dari Desa uang di Undang Tokoh masyarakat, Witram, Supatah sedangkan dari Pok Darwis ketuanya yaitu , Sukiono, SE.

Dalam sambutanya  Ketua Pokdarwis Desa Duwet Krajan menyampaikan,” Wisata Sumber 7 ini selain sebagai wisata alam juga sebagai wisata Religi, utamanya banyak masyarakat dari Tengger datang kesini mengambil air dari mata air Sumber 7 ini karena air disini dianggab mempunyai khasiat untuk penyembuhan, bahkan bukan saja orang dari Tengger tapi banyak warga dari luar Malang datang kesini untuk mengambil air, sambil menunjuk kearah kiri Ketua Pokdarwis Duwet Krajan menjelaskan bahwa,” batu yang berada di samping bak tandon ini dulu tidak bisa di pindahkan meskipun menggunakan alat katrol,” bahkan beberapa alat yang didatangkan rusak ujarnya, sehingga ukuran bak tandon ini menyesuaikan dengan karena batu ini tidak dapat dipindahkan.

Setelah acara sambutan selesai semua undangan dan anggota Wisata Malang Explore kenduri dan makan bersama.

 

 

who the nexs

 

0 41

Ruwatan Sengkala Nagari Bur – Manuk & Pementasan Sendratari Garudeya dalam Rangka Pelestarian dan Pengembangan Budaya Nusantara bertempat di Candi Kidal Jalan Raya Kidal Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang yang dihadiri oleh Bapak Bupati  Malang H. Rendra Kresna. Dalam sambutan beliau menyampaikan  :

  • Ucapan salam dan Puji syukur dn Penghormatan kpd sesepuh dan Tokoh Budaya serta Sesepuh Kraton Undangan, beserta muspika dan jajaranya.
  • Upacara Tradisi Ruwatan bertujuan Mulia, ikut menjaga kedamaian ketrentraman, ketertiban, keamanan di jauhkan dari bahaya Sengkolo atau Bencana.
  • Mempertahan dn melestarikan Kebudayaan yg di turunkan dari leluhur sesepoh ( jgn lupa dan hrs mempertahan tradisi Kebudayaan leluhur asli Pribumi/lokal ) agar tdk tergerus dg kebudayaan baru/modern yg berasal dari luar/Negara Asing.
  • Dengan menjaga dan Melestarikan Kebudayaan Peninggalan Situs Bersejarah Kerajaan masa lalu dapat meningkatan kesejahteraan Masyarakat sekitarnya krn banyaknya kunjungan Turis Lokal maupun Mancanegara.
  • Perjalanan rangkaian sejarah harus di Uri – uri di teruskan ke generasi muda jaman sekarang sehingga Generasi muda sekarang mengerti asal usul dan Sejarah bangsa kita, jauh sebelum bangsa kita berdiri sudah ada tatanan Peradapan melalui Kerajaan2 yg pernah ada, yg dpt kita rasakan wujudnya hingga sekarang yaitu lambang Burung Garuda yg dulu di sebut Garudeya.
  • Mari bersama – sama bersinergi baik dari Dinas Pariwisata, Muspika dan peran serta masyaralat sekitar, turut berpartisipasi ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal guna mendukung Program Bupati yg salah satunya Peningkatan dan Pengembangan Sektor Pariwisata.

Setelah sambutan Bapak Bupati dilanjutkan Sendra Tari Wayang Orang dengan Cerita Garudeya, Dalang moderator, Ki Sholeh Mangun Darmo.

0 29

Kalau Kabupaten Malang ada KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari ), suatu program dimana usaha untuk menyediakan pangan baik sayur atau makanan penunjang lainya yang dapat disediakan di kawasan

lingkungan dimana kita tinggal maka di Kantor Kecamatan Tumpang juga menyediakan tanaman yang menunjang gizi bagi pegawainya.

Kantor kecamatan Tumpang yang baru selain berfungsi sebagai pelayanan juga difuingsikan sebagai penyedia tanaman untuk pangan, seperti sayur buah . Saat ini koleksi untuk jenis tanamana pangan sudah ada 28 jenis , terdiri dari : 15 Jenis tanaman sayur, 9 jenis tanaman buah, 4, jenis tanaman pangan, d

ari jumlah tersebut masih diusahakan untuk menambah berbagai jenis tanaman atau jenis makanan lain yang dapat menyediakan makanan sendiri buat staf atau pegawai kecamatan sendiri. Camat Tumpang ( Sugeng Prayitno,S.Sos ) sudah berencana ” iki nek di kek i kolam banyune kari ngilekno kenek digawe ngingu iwak emas utowo Gurame,”. Dengan menjunjuk lahan yang masih kosong, “ini kalau dibuat kolam airnya kan tinggal mengalirkan saja bisa dibuat pelihara ikan Emas atau Gurame”. dari staf bahkan ada yang mengusulkan untuk diberi Gazebo diatas kolam.

Penunjang program KRPL di  kantor Kecamatan Tumpang ditunjang dengan lahan yang masih subur, Pimpinan, serta staf yang juga hobi berkebun dan juga 2 tukang kebun serta berfungsi sebagai tukang kebersihan. Dalam hal pengadaan jenis tanaman biasanaya memesan atau memerintahkan perangkat Desa untuk membelikan  di Desa masing masing baik jenis sayur maupun buah yang cocok dengan ketinggian dan jenis tanah yang ada di kawasan kantor Kecamatan tumpang. Perawatan selain 2 tukang kebun juga semua Pegawai atau staf diwajibkan untuk mengurus atau memperhatikan tanaman yang ada, terutama di hari jum’at selalu diadakan kerjabakti.

 

 

Out Put : Dalam jangka waktu Empat bulan pindah Kantor kecamatan Tumpang sudah bisa menyediakan sayur dan buah sendiri untuk kebutuhan konsumsi pegawai-nya setiap hari, karena ada indikasi masakan atau makan yang dijual kadang diangggab kurang sehat maka pimpinan ( Bpk. Camat Sugeng Prayitno, S.Sos ) memerintahkan agar menyediakan konsumsi / masakan sendiri dari hasil kebun, dengan makanan yang sehat maka akan menunjajang kinerja yang kuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 132

Ucapan salam dan terimakasih kepada undangan yg hadir pada rapat pembentukan panitia PHBN dan Hari jadi Kabupaten malang pada hari ini. Kegiatan Pembebtukan Panitia ini adalah agenda rutin yg kita lakukan setiap tahun dan merupakan agenda tahunan Kabupaten Malang yang membedakan yaitu tempat pelaksanaan, berdasarkan usulan dan referensi kegiatan yg sebelumnya maka pusat kegiatan sering berganti tempat. Pelaksanaan untuk tahun sekarang Pameran/expo Tahun 2018 akan dilaksanakan di bulan Agustus ini juga berdasarkan masukan mengingat sebelumnya expo dilaksanakan bulan November, di bulan ini cuaca sering hujan sehingga dimajukan. Dari rencana tersebut mohon setiap kepala desa untuk menyiapkan produk unggulan untuk pameran baik produk pertanian maupun industri kecil rumah tangga (home indutri ) kerajinan. Untuk stan nanti minimal 5×5 dan mudah mudahan nanti cukup tempat untuk pameran produk Kec. Tumpang, kalau kemarin kita per korwil tapi sekarang bpk. Bupati mebghendaki setiap kecamatan ada lokasi/stan sendiri sendiri. Berkenaan biaya dan bentuk acara yg akan kita laksanakan menurut bpk Bupati ” Jangan mengeluh karena ini agenda tahunan , jadi rencanakan dengan baik . Stan kita nanti kita buat sebagai wajah Tumpang , jadi dari budaya, sejarahnya serta produk dan Tumpang juga kita tonjolkan sebagai tempat wisata . pakaian kita gunakan baju daerah untuk penjaga stan agar nanti tampil beda dan penjaga stan ( SPG) harus anak anak muda jangan orang tua mengingat pameran itu harus menarik dan disiapkan brosur brosur yg memudahkan pengunjung mendapatkan informasi dengan tepat berkenaan dengan Produk Tumpang.